<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411</id><updated>2011-07-31T13:15:17.619+07:00</updated><category term='home'/><category term='Hidup Sederhana'/><category term='syukur'/><category term='profil'/><category term='kekuatan'/><category term='airmata'/><category term='kue nikah'/><category term='पेनुन्दान pekerjaa'/><category term='kehidupan'/><category term='cakap hidup'/><title type='text'>.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-2330035004192256948</id><published>2010-04-24T11:58:00.002+07:00</published><updated>2010-04-24T12:18:01.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan'/><title type='text'>Kehidupan Ibarat Semut, Laba-laba dan Lebah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/S9J9s_9e6QI/AAAAAAAAAJ0/B7aqGzRFpUM/s1600/semutok.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 227px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/S9J9s_9e6QI/AAAAAAAAAJ0/B7aqGzRFpUM/s320/semutok.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463567509990861058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga binatang kecil ini menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur’an. An-Naml (semut), Al-’Ankabuut (laba-laba), dan An-Nahl (lebah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti. Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun. Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/S9J-hWHkM0I/AAAAAAAAAKM/7nCFM6k851s/s1600/laba-laba.jpeg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 170px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/S9J-hWHkM0I/AAAAAAAAAKM/7nCFM6k851s/s320/laba-laba.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463568409291928386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi uraian Al-Qur’an tentang laba-laba. Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh (Al-’Ankabuut [29] : 41), ia bukan tempat yang aman, apapun yang berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabisi oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya lebah, m&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/S9J-v4Kz_0I/AAAAAAAAAKU/lmGyqz38SAw/s1600/lebah.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 149px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/S9J-v4Kz_0I/AAAAAAAAAKU/lmGyqz38SAw/s320/lebah.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463568658950520642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;emiliki naluri yang dalam bahasa Al-Qur’an “atas perintah Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal.” (An-Nahl [16] : 68). Sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar efisen dalam penggunaan ruang. Yang dimakannya adalah serbuk sari bunga. Lebah tidak menumpuk makanan. Lebah menghasilkan lilin dan madu yang sangat manfaat bagi kita. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali jika diganggu. Bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.&lt;br /&gt;Sikap kita dapat diibaratkan dengan berbagai jenis binatang ini. Ada yang berbudaya ‘semut’. Sering menghimpun dan menumpuk harta, menumpuk ilmu yang tidak dimanfaatkan. Budaya ‘semut’ adalah budaya ‘aji mumpung’. Pemborosan, foya-foya adalah implementasinya. Entah berapa banyak juga tipe ‘laba-laba’ yang ada di sekeliling kita. Yang hanya berpikir: “Siapa yang dapat dijadikan mangsa.” Nabi Shalalahu ‘Alaihi Wasallam mengibaratkan seorang mukmin sebagai ‘lebah’. Sesuatu yang tidak merusak dan tidak menyakitkan : “Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya.”&lt;br /&gt;Semoga kita menjadi ibarat lebah. Insya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;cite&gt;www.harunyahya.com&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-2330035004192256948?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/2330035004192256948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2010/04/kehidupan-ibarat-semut-laba-laba-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/2330035004192256948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/2330035004192256948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2010/04/kehidupan-ibarat-semut-laba-laba-dan.html' title='Kehidupan Ibarat Semut, Laba-laba dan Lebah'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/S9J9s_9e6QI/AAAAAAAAAJ0/B7aqGzRFpUM/s72-c/semutok.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-6974753300628060782</id><published>2010-01-15T13:11:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T13:15:09.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><title type='text'>Bersyukur Setiap Detik</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang  terburuk di dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri anda,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor kerana pembantu tidak mengerjakan tugasnya,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di saat kita letih dan mengeluh tentang pekerjaan,&lt;br /&gt;Fikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,&lt;br /&gt;Ingatlah bahawa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,&lt;br /&gt;Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahawa kita masih hidup ! &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://mutiarakatahikmah.blogspot.com/&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-6974753300628060782?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/6974753300628060782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2010/01/bersyukur-setiap-detik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/6974753300628060782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/6974753300628060782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2010/01/bersyukur-setiap-detik.html' title='Bersyukur Setiap Detik'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-6133759037403456518</id><published>2009-12-04T10:12:00.001+07:00</published><updated>2009-12-04T10:17:32.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kue nikah'/><title type='text'>Kue Pernikahan Islami</title><content type='html'>Bahan :&lt;br /&gt;1 lelaki sehat,&lt;br /&gt;1 perempuan sehat,&lt;br /&gt;100% komitmen,&lt;br /&gt;2 pasang restu orang tua,&lt;br /&gt;1 botol kasih sayang murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu:&lt;br /&gt;1 potong besar humor,&lt;br /&gt;25 gr rekreasi,&lt;br /&gt;1 bungkus doa,&lt;br /&gt;2 sdt saling menelepon,&lt;br /&gt;5 kali ibadah/hari&lt;br /&gt;(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Memasak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki dan perempuan dicuci bersih, buang semua masa lalunya&lt;br /&gt;sehingga tersisa niat yang murni.&lt;br /&gt;Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua&lt;br /&gt;secara merata.&lt;br /&gt;Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata&lt;br /&gt;sekitar 30 menit di depan penghulu.&lt;br /&gt;Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kue siap dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips memasak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih lelaki dan perempuan yang benar-benar matang dan seimbang.&lt;br /&gt;Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat&lt;br /&gt;mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT&lt;br /&gt;IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)&lt;br /&gt;Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun&lt;br /&gt;modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang&lt;br /&gt;menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.&lt;br /&gt;Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak&lt;br /&gt;dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan&lt;br /&gt;lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa&lt;br /&gt;potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah".&lt;br /&gt;Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.&lt;br /&gt;Selamat mencoba, dijamin semuanya halal kok!&lt;br /&gt;sumber : http://www.conectique.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-6133759037403456518?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/6133759037403456518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/12/kue-pernikahan-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/6133759037403456518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/6133759037403456518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/12/kue-pernikahan-islami.html' title='Kue Pernikahan Islami'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-3247536222363919959</id><published>2009-11-20T09:17:00.003+07:00</published><updated>2009-11-20T09:22:19.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='airmata'/><title type='text'>7 Keajaiban Air Mata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SwX8w51HFzI/AAAAAAAAAI0/93nCiz8IOfk/s1600/mata.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SwX8w51HFzI/AAAAAAAAAI0/93nCiz8IOfk/s320/mata.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406004844815652658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nurul Ulfah - detikHealth&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Foto : abcnews)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jakarta, Siapa bilang menangis tak ada gunanya? Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dikutip dari Beliefnet, Jumat (21/8/2009), ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Membantu penglihatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Membunuh bakteri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Meningkatkan mood&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. Mengeluarkan racun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5. Mengurangi stres&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6. Membangun komunitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7. Melegakan perasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi, tidak apa-apa kalau Anda menangis sesekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://berkunjunglah.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-3247536222363919959?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/3247536222363919959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/11/7-keajaiban-air-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3247536222363919959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3247536222363919959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/11/7-keajaiban-air-mata.html' title='7 Keajaiban Air Mata'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SwX8w51HFzI/AAAAAAAAAI0/93nCiz8IOfk/s72-c/mata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-4425313654338151587</id><published>2009-11-18T12:01:00.001+07:00</published><updated>2009-11-18T12:03:16.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cakap hidup'/><title type='text'>Kecakapan HIDUP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Istilah Kecakapan Hidup (life skills) diartikan sebagai kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan penghidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya (Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis, 2003).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Brolin (1989) menjelaskan bahwa, “Life skills constitute a continuum of knowledge and aptitude that are necessary for a person to function effectively and to avoid interruptions of employment experience”. Dengan demikian life skills dapat dinyatakan sebagai kecakapan untuk hidup. Istilah hidup, tidak semata-mata memiliki kemampuan tertentu saja (vocational job), namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara fungsional seperti : membaca, menulis, menghitung, merumuskan, dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, bekerja dalam tim, terus belajar di tempat kerja, mempergunakan teknologi (Satori, 2002).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendidikan Kecakapan Hidup (life skills) lebih luas dari sekedar keterampilan bekerja, apalagi sekedar keterampilan manual. Pendidikan kecakapan hidup merupakan konsep pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan warga belajar agar memiliki keberanian dan kemauan menghadapi masalah hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan kemudian secara kreatif menemukan solusi serta mampu mengatasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indikator-indikator yang terkandung dalam life skills tersebut secara konseptual dikelompokkan : (1) Kecakapan mengenal diri (self awarness) atau sering juga disebut kemampuan personal (personal skills), (2) Kecakapan berfikir rasional (thinking skills) atau kecakapan akademik (akademik skills), (3) Kecakapan sosial (social skills), (4) Kecakapan vokasional (vocational skills) sering juga disebut dengan keterampilan kejuruan artinya keterampilan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu dan bersifat spesifik (spesifik skills) atau keterampilan teknis (technical skills).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut Jecques Delor mengatakan bahwa pada dasarnya program life skills ini berpegang pada empat pilar pembelajaran yaitu sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   1. Learning to know (belajar untuk memperoleh pengetahuan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   2. Learning to do (belajar untuk dapat berbuat/bekerja).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   3. Learning to be (belajar untuk menjadi orang yang berguna).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   4. Learning to live together (belajar untuk dapat hidup bersama dengan orang lain).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Sumber http://pkbmpls.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-4425313654338151587?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/4425313654338151587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/11/kecakapan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/4425313654338151587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/4425313654338151587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/11/kecakapan-hidup.html' title='Kecakapan HIDUP'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-4000406134763413889</id><published>2009-11-11T16:00:00.001+07:00</published><updated>2009-11-11T16:03:36.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Profil</title><content type='html'>Daftar Riwayat Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama                   : Utar Sutarman, S. Kom&lt;br /&gt;Jenis Kelamin          : Laki-laki&lt;br /&gt;Tempat , tanggal lahir : Bandung, 13 Pebruari 1979&lt;br /&gt;Kewarganegaraan        : Indonesia&lt;br /&gt;Status Perkawinan      : Menikah&lt;br /&gt;Tinggi, berat badan    : 175 cm, 63 kg&lt;br /&gt;Kesehatan              : Sangat Baik&lt;br /&gt;Agama                  : Islam&lt;br /&gt;Alamat lengkap         : Jl. Sayati Hilir No. 32  Rt. 02  Rw. 07 A Bandung 40226&lt;br /&gt;E-mail                 : utrsmile@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan  Formal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985 – 1991  : SD Babakan Tarogong, Bandung&lt;br /&gt;1991 – 1994  : SMP 2 Dayeuhkolot, Bandung&lt;br /&gt;1994 – 1997  : SMU Angkasa , Bandung&lt;br /&gt;1997 – 2000  : D III,   STMIK “AMIK BANDUNG”,  Jurusan Manajemen&lt;br /&gt;                       Informatika&lt;br /&gt;2007 – 2008  : S-1,   STMIK “JABAR ”    Bandung,     Jurusan Sistem&lt;br /&gt;                      Informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni – Juli Tahun 1999      : Praktek Kerja Lapangan Di Depkes&lt;br /&gt;April – November Tahun 2001 : Mengajar Komputer di SANTA LUSIA Bekasi&lt;br /&gt;Tahun 2004 – Tahun 2008     : Mengajar Komputer di SMAN 11 bandung&lt;br /&gt;Tahun 2005 – Tahun 2007     : Mengajar Komputer di SMAN 7 Bandung&lt;br /&gt;Tahun 2006 – Tahun 2007     : Mengajar Komputer di SLTP 3 Pasundan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-4000406134763413889?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/4000406134763413889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/11/profil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/4000406134763413889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/4000406134763413889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/11/profil.html' title='Profil'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-3674418539433351963</id><published>2009-11-11T15:44:00.001+07:00</published><updated>2009-11-11T15:47:45.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='home'/><title type='text'>Welcome</title><content type='html'>Terima kasih anda telah berkunjung ke WebBlog saya mudah-mudahan WebBlog ini&lt;br /&gt;bisa memberikan Mamfaat dan kebaikan bagi kita semua. Mari WebBlog ini kita&lt;br /&gt;jadikan untuk berbagi ilmu dan media Silaturahmi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-3674418539433351963?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/3674418539433351963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/11/welcome.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3674418539433351963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3674418539433351963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/11/welcome.html' title='Welcome'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-8432087479733461991</id><published>2009-07-18T16:17:00.003+07:00</published><updated>2009-07-18T16:46:27.672+07:00</updated><title type='text'>Guru yang agung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SmGUCldBDaI/AAAAAAAAAIY/75Lg6ZcTT34/s1600-h/guru.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SmGUCldBDaI/AAAAAAAAAIY/75Lg6ZcTT34/s320/guru.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359727803682065826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang biasa-biasa, berbicara.&lt;br /&gt;Guru yang bagus, menerangkan.&lt;br /&gt;Guru yang hebat, mendemonstrasikan.&lt;br /&gt;Guru yang agung, memberi inspirasi dan bekerja setulus hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-8432087479733461991?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/8432087479733461991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/07/guru-yang-agung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/8432087479733461991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/8432087479733461991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2009/07/guru-yang-agung.html' title='Guru yang agung'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SmGUCldBDaI/AAAAAAAAAIY/75Lg6ZcTT34/s72-c/guru.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-3801252503623561646</id><published>2008-11-11T15:10:00.005+07:00</published><updated>2009-01-14T10:56:20.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekuatan'/><title type='text'>10 Kekuatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SRk-GpGXFZI/AAAAAAAAAHE/Z4QKsE6kT4k/s1600-h/kebaikan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267309523019175314" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 260px; height: 183px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SRk-GpGXFZI/AAAAAAAAAHE/Z4QKsE6kT4k/s320/kebaikan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Besi itu kuat, tetapi api dapat melelehkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api itu kuat, tetapi air mampu memadamkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air itu kuat, tetapi matahari bisa mengalahkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari itu kuat, tetapi awan dapat menghalanginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan itu kuat, tetapi angin mampu memindahkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin itu kuat, tetapi manusia mampu menahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu kuat, tetapi ketakutan bisa melemahkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan itu kuat, tetapi tidur bisa mengatasinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur itu kuat, tetapi mati ternyata lebih kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:180%;"  &gt;    TERKUAT ADALAH KEBAIKAN &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:180%;"  &gt;&lt;br /&gt;IA TAK KAN HILANG SETELAH MATI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-3801252503623561646?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/3801252503623561646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/11/10-kekuatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3801252503623561646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3801252503623561646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/11/10-kekuatan.html' title='10 Kekuatan'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SRk-GpGXFZI/AAAAAAAAAHE/Z4QKsE6kT4k/s72-c/kebaikan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-8312183920871006322</id><published>2008-11-11T14:39:00.003+07:00</published><updated>2008-11-25T09:58:41.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='पेनुन्दान pekerjaa'/><title type='text'>Paling Celaka Penundaan Pekerjaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SRk9zATAV0I/AAAAAAAAAG8/fX76sdEDu2s/s1600-h/kerja.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267309185648842562" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 320px; height: 245px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SRk9zATAV0I/AAAAAAAAAG8/fX76sdEDu2s/s320/kerja.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesalahan dan Keterlambatan adalah yang sering kita temui dalam pelaksanaan pekerjaan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan terjadi karena ketidaktahuan, keteledoran, kesoktahuan, ketidakpaduan ( Tidak berkomunikasi dan berkonsultasi), kesederhanaan dalam melihat persoalan atau bahkan yang apling fatal adalah karena kesalahan perencanaan disamping sebab-sebab lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelambatan sering terjadi karena sebab-sebab yang serupa dengan sebab-sebab keslahan, misalnya karena kesalahan perencanaan karena terjebak dalam jebakan kenyamanan, dalam arti berpuas diri atau terlena, dan yang paling celaka adalah diakibatkan penundaan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunda pekerjaan adalah sesuatu yang sifatnya salah besar dalam era globalisasi ini. Lebih celaka lagi, sudah lambat, salah pula!. Selamat bekerja dengan terencana, saksama,berani,sigap,cermat,semangat dan terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling penting jangan pernah untuk menunda-nunda pekerjaan. Hakikatnya bahwa kita hidup bukan diatas rencana-rencana yang dibuat tetapi terdapat pada tindakan-tindakan yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-8312183920871006322?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/8312183920871006322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/11/paling-celaka-penundaan-pekerjaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/8312183920871006322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/8312183920871006322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/11/paling-celaka-penundaan-pekerjaan.html' title='Paling Celaka Penundaan Pekerjaan'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/SRk9zATAV0I/AAAAAAAAAG8/fX76sdEDu2s/s72-c/kerja.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-383059704720028840</id><published>2008-10-31T15:40:00.002+07:00</published><updated>2008-11-01T09:08:47.516+07:00</updated><title type='text'>Energi yang Tak Pernah Habis</title><content type='html'>&lt;span&gt;Oleh: Muhammad Nuh&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Dakwatuna.com - Hidup sebagai sesuatu kadang seperti tulisan spanduk yang terikat di antara dua tiang. Hujan, panas, dan tangan-tangan usil bisa melunturkan keberadaan tulisan. Warna menjadi kabur, dan tulisan pun mulai luntur. Seperti itu pula mungkin ketika seseorang hidup sebagai muslim.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tak ada iman tanpa ujian. Kalimat itulah yang mesti dipegang seorang mukmin dalam mengarungi hidup. Susah senang adalah di antara ruang-ruang kehidupan di mana seorang mukmin diuji keimanannya. Ada yang lulus. Ada juga yang mesti mengulang.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Mereka yang berguguran dalam perjuangan Islam adalah di antara yang mesti mengulang. Waktu memberikan mereka peluang untuk bangkit di lain kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Allah menguji hamba-Nya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang keluar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang keluar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah).” (HR. Athabrani)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ujian perjalanan keimanan seseorang tidak selalu pada hal besar. Bisa jadi terselip dalam kehidupan sehari-hari. Ada ujian tubuh yang rentan sakit. Ada rezeki yang muncul dalam tetesan kecil. Kadang ada, tapi kebanyakan tidak ada. Hidup menjadi sangat susah.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Inilah ujian sehari-hari yang bisa menentukan seperti apa mutu seorang mukmin. Kalau hasil ujian menunjuk titik sabar, rezeki yang sedikit menjadi berkah. Sedikit, tapi punya mutu istimewa.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Seperti itulah yang pernah diungkapkan Rasulullah saw. pada beberapa sahabat. “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dengan rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridha dengan bagian yang diterimanya, maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberian-Nya. Kalau dia tidak ridha dengan pemberian-Nya, maka Allah tidak akan memberinya berkah.” (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ujian seperti itu memang terkesan sederhana. Mudah. Tapi, akan beda pada dunia nyata. Rezeki yang terasa kurang akan berdampak pada sisi lain: gizi keluarga, pendidikan anak, mobilitas gerak, dana dakwah, dan sebagainya. Belum lagi soal status sosial di tengah masyarakat. Sulit mengajak orang kembali pada Islam kalau status sosial si pengajak kurang dianggap.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ujian rezeki yang terkesan sederhana, ternyata memang berat. Kalau saja bukan karena kasih sayang Allah swt., seorang mukmin hanya akan berputar-putar pada masalah diri dan keluarganya. Kapan ia akan berjuang. Bagaimana ia berdaya mengangkat beban umat yang begitu berat: masalah kebodohan, perpecahan, bahkan kemiskinan umat.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Jika merujuk pada pengalaman Rasul dan para sahabat, kenyataan hidup memang tidak begitu beda. Sedikit di antara hamba-hamba Allah di masa itu yang kaya. Termasuk Rasul sendiri. Beliau dikenal yatim yang berbisnis pada usaha pamannya, Abu Thalib. Begitu pun para sahabat yang sebagian besar berstatus budak dan buruh. Apa yang bisa dilakukan pada kelompok seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Itulah yang pernah dialami Nabi Nuh dan para aktivis di sekitarnya. Mereka dianggap hina karena status sosial yang rendah. Allah swt. menggambarkan keadaan itu dalam surah Hud ayat 27. “Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya, ‘Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja. Dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami. Bahkan, kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta.”&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Namun, sejarah memberikan pelajaran berharga. Para pejuang teladan yang dianggap punya status sosial rendah itu mampu memberikan bukti. Bahwa, kekayaan bukan penentu sukses-tidaknya sebuah perjuangan. Ada hal lain yang jauh lebih penting sebagai energi utama. Energi utama itu tersimpan dalam kekuatan ruhiyah yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Rasulullah saw. mengungkapkan itu dalam sebuah sabdanya. “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlan pertolongan Allah. Jangan lemah semangat (putus asa). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, ‘Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu.’ Tetapi, katakanlah, ‘Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.” Ketahuilah, sesungguhnya ucapan ‘andaikan’ dan ‘jikalau’ hanya membuka peluang bagi karya setan.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kenyataannya, energi yang dimiliki para pejuang Islam dari masa ke masa ada dalam ruhani mereka. Mereka begitu dekat dengan Yang Maha Kuat, Allah swt. Siang mereka seperti pendekar yang menggempur musuh dengan gagah berani. Tapi malam, mereka kerap menangis dalam hamparan sajadah karena hanyut dalam zikrullah. Hati mereka begitu terpaut dalam kasih sayang Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Suatu kali Rasulullah saw. meminta Ibnu Mas’ud membaca Alquran. Ibnu Mas’ud agak kaget. “Bagaimana mungkin saya membacakan pada Anda Alquran, padahal ia datang melalui Anda?” Rasulullah saw. pun meminta Ibnu Mas’ud untuk membaca. Dan sahabat Rasul itu pun membaca surah An-Nisa.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Satu demi satu ayat dalam surah An-Nisa itu dibaca Ibnu Mas’ud. Hingga pada ayat ke-41. Rasul pun menangis. Tangisnya begitu jelas, hingga Ibnu Mas’ud menghentikan bacaannya. Ayat ke-41 itu berbunyi, “Maka bagaimanakah apabila Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).”&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Itulah energi yang begitu kuat. Sebuah kekuatan yang bisa memupus keraguan, kemalasan, dan rasa takut. Sebuah kekuatan yang bisa mengecilkan bentuk ujian hidup apa pun. Termasuk, ujian kemiskinan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sumber : www.dakwatuna.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-383059704720028840?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/383059704720028840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/10/sep-energi-yang-tak-pernah-habis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/383059704720028840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/383059704720028840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/10/sep-energi-yang-tak-pernah-habis.html' title='Energi yang Tak Pernah Habis'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-1495139173290659764</id><published>2008-10-29T16:49:00.004+07:00</published><updated>2008-11-01T09:09:07.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sederhana'/><title type='text'>Home</title><content type='html'>Terima kasih anda telah berkunjung ke sini, saya hanyalah manusia biasa yang ingin selalu ingin mengerti dan memahami setiap rahasia hidup dan kehidupan ini  dengan harapan  kita semua bisa sekedar berbagi inspirasi, motivasi dan pengalaman yang kecil tapi mempunyai mamfaat yang besar untuk kehidupan kita di dunia maupun diakhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;Kalau kita tanyakan pada seseorang yang kita anggap berhasil dalam hidupnya: Bagaimana mereka merencanakan semua keberhasilan itu? Hampir dapat dipastikan mereka akan menjawab: Tidak tahu. Sebagian besar malah mengatakan bahwa mereka sama sekali tak membayangkan hasil yang didapat. Sebuah jawaban yang jujur. Justru jika bukan itu jawabannya, kita boleh sedikit mengerutkan dahi tanda bertanya-tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, kita tak selalu bisa merancang hidup dalam bentuk blue print. Serumit atau seteliti apa pun itu, yang menyenangkan dalam hidup adalah seringkali hidup berjalan sangat sederhana, namun teramat kuat dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, kita tidak berjalan di atas rencana-rencana. Hidup mengalir di atas tindakan-tindakan kita. Jika Anda menjajakan kue sepanjang jalan kota, Anda akan mendapatkan penghasilan yang Anda cari-cari. Itulah wajah kehidupan: Sederhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada Kang rohman, O-om, Mas Afatih, Jaloee dan semua pihak yang telah meluangkan waktu untuk menuliskan setetes ilmunya tapi mempunyai dampak yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses untuk kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-1495139173290659764?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/1495139173290659764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/10/hidup-itu-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/1495139173290659764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/1495139173290659764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/10/hidup-itu-sederhana.html' title='Home'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-7333461264361594181</id><published>2008-04-02T04:40:00.003+07:00</published><updated>2008-12-12T08:33:37.878+07:00</updated><title type='text'>Windows Vista</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/R_Kt6yV68CI/AAAAAAAAAEQ/q1AAHT274SA/s1600-h/vista.bmp"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/R_Kt6yV68CI/AAAAAAAAAEQ/q1AAHT274SA/s320/vista.bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184397346514595874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perusahaan peranti lunak terkenal, Microsoft Corp, mengumumkan sistem operasi teranyar yang dinamai Windows Vista. Vista merupakan nama resmi setelah sebelumnya dijuluki dengan nama kode Longhorn. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemunculan Windows Vista dengan segudang fitur menarik sejatinya sudah tertunda lebih dari setahun. Ini akibat perubahan komposisi sumber daya internal dalam menyempurnakan keamanan produk yang sudah ada. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agar tidak dibilang telat, tahun ini Microsoft buru-buru mengumumkan bahwa sistem operasi terbaru mereka akan dirilis pada akhir 2006, meski sejumlah eksekutif baru-baru ini mengatakan bahwa 2005 adalah target mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Microsoft mengumumkan akan merilis versi uji coba (beta version) pada Rabu (3/8). Versi beta akan dibagi-bagikan kepada sekitar 100 ribu orang yang antusias dan punya komitmen memberikan umpan balik. Undangan untuk mereka sudah dikirimkan pekan lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Versi lebih halus, atau versi beta 2, akan tersedia secara luas--tidak terbatas pada 100 ribu grup fokus--pada akhir tahun ini. Tentu saja hal itu sangat bergantung pada hasil umpan balik beta 1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Umpan balik tercepat justru muncul menyangkut penggunaan nama Vista. Nama terbaru yang akan jadi flagship perusahaan yang bermarkas di Redmond itu ternyata bikin meriang Vista, perusahaan peranti lunak bisnis yang didirikan pada 1999 oleh John Wall.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia sedang mempelajari apakah penggunaan nama itu oleh Microsoft melanggar peraturan merek dagang. "Tapi kami akan berbicara dulu dengan mereka," ujar John.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pihak Microsoft sendiri berargumen, penggunaan kata Vista yang digabungkan dengan Windows adalah khas mereka. Malah, menurut pengacara Microsoft, Stacy Drake, kata Vista digunakan oleh berbagai perusahaan dan industri di dunia. "Kami hanya menggunakan Vista yang dipasangkan dengan Windows."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi sejumlah ahli nama dan merek malah memuji keputusan Microsoft ini. Menurut mereka, Microsoft membuat keputusan bijaksana dengan berpindah dari kombinasi huruf ganjil, seperti XP, NT, atau kombinasi angka yang merujuk pada tahun, seperti 95, 98, ke kata yang mudah dipahami dan memiliki konotasi positif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun, ada pendapat lain. Menurut Naseem Javed, pendiri ABC Namebank, New York, Microsoft telah kehilangan momen untuk menciptakan nama baru yang lebih unik. BUDI PUTRA/SEATTLETIMES/NYT&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : http://www.tempointeraktif.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-7333461264361594181?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/7333461264361594181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/04/windows-vista.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/7333461264361594181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/7333461264361594181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/04/windows-vista.html' title='Windows Vista'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/R_Kt6yV68CI/AAAAAAAAAEQ/q1AAHT274SA/s72-c/vista.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-3137157203088710034</id><published>2008-03-15T17:48:00.002+07:00</published><updated>2008-12-12T08:33:38.102+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan Dual Core AMD vs Intel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/R9uqgeeun5I/AAAAAAAAAAg/NdYxlt-yJew/s1600-h/intel.bmp"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/R9uqgeeun5I/AAAAAAAAAAg/NdYxlt-yJew/s320/intel.bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177919671507001234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perang besar antara AMD dan Intel telah menuju ke arah yang serius, hal ini dibuktikan dengan ditempel ketatnya intel yang diketahui sebagai penguasa di dunia processor oleh AMD. Dalam perang kali ini akan dibahas apa itu Dual Core...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dual Core : Dua inti micro processor yang digabungkan dalam suatu paket processor. Jadi komputer dengan processor dual core “hampir” sama dengan dua buah processor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dual Channel : Arsitektur pada DDR yang secara efektif menggandakan kekuatan data pada FSB dari RAM ke memory controller. Dual Channel memungkinkan memory controller memanfaatkan dua channel data 64 bit, sehingga menghasilkan total bandwitdh 128 bit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;KECEPATAN selalu jadi acuan dari sebuah prosesor pada sebuah motherboard. Namun, kepuasan pengguna dan tuntutan kerja yang semakin beragam maka kerja prosesor kini dituntut lebih, yaitu melakukan apa yang dinamakan multi- threading. Dalam artian, selain mempunyai kecepatan yang memadai seperti yang telah terwujud pada single prosessor, prosesor tersebut juga dituntut bekerja dengan berbagai pekerjaan tapi dikerjakan dalam satu waktu secara bersamaan. Misalnya saat kita melakukan sebuah pekerjaan seperti melakukan aktivitas pengetikan atau sambil menyusun materi untuk presentasi, sementara itu pada aplikasi lainnya kita juga tengah melakukan ripping audio CD ke format lain ataupun nge-burn data pada CDRW, bahkan men-download dari situs internet. Biasanya pada sistem yang menggunakan prosesor single core, kita akan merasakan sejumlah task komputasi yang dilakukan berbarengan oleh sistem, maka akan berlangsung sangat lambat, bahkan bisa menyebabkan sistem mengalami hang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Melihat kebutuhan pengguna komputer pada kerja multi-threading seperti yang digambarkan di atas, kini dua vendor terkemuka yaitu Intel dan AMD sudah mengatisipasinya dengan meluncurkan prosesor dengan kerja ganda yaitu processor dual core atau bahkan untuk yang akan datang bisa multi core. Pada sistem yang menggunakan prosesor dual core ini, task komputasi yang dilakukan sistem akan tetap berlangsung normal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada prosesor dual core ini akan terjadi pengabungan dua prosesor beserta cache, namun dalam satu kemasan chip atau integrated circuit (IC). Keuntungan dual core terutama pada cache coherency. Dengan dual core, komunikasi antara kedua die dapat dilakukan pada clock rate yang lebih tinggi dibandingkan jika memanfaatkan bus di luar chip. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun, di balik kelebihannnya tersebut, dual core bukan tanpa kekurangan. Di antara kekurangan itu misalnya membutuhkan operating system (OS) yang mampu mengoptimalkan kinerjanya. Setidaknya kemampuan OS untuk mengoptimalkan SMP (symmetric multi-processing). Selain itu, dibutuhkan juga aplikasi yang sudah mendukung pengoptimalan prosesor ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara teknis pun dapat dikatakan, dual core sebenarnya tidak akan membuat detak komputer (clock speed) jadi lebih cepat daripada prosesor single core yang mempunyai clock speed tinggi. Dual core hanya akan meningkatkan operasional pengguna PC saja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bicara prosesor, tentu tak bisa dilepaskan dari adanya perang pasar AMD dan Intel. Perseteruan tersebut rupanya bakal terus berlanjut tidak hanya di katagori single core processor, tapi juga di kelas dual core. Bahkan mungkin bakal berlanjut di prosesor masa depan yaitu multi core. Sebenarnya, sebelum kedua perusahaan ini ramai-ramai meluncurkan prosesor dual core-nya, IBM lebih dahulu memproduksi dual core CPU, yaitu IBM POWER4. Namun, para pengguna komputer di tanah air--untuk urusan prosesor--lebih akrab dengan nama yang dikeluarkan oleh Intel dan AMD. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Prosesor dual core AMD&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk prosesor berbasis deskstop pada model dual core ini, AMD pertama kali meluncurkan prosesor dengan nama Athlon 64 X2. Dengan masing-masing core diperkuat 64K L1 intruction cache dan 64 K L1 data cache. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk komunikasi kedua core AMD X2 tersebut akan berkomunikasi secara langsung melalui system request queue dan crossbar yang akan menghubungkannya dengan onchip memory controller dan Hyper-Transport I/O. Dengan desain arsitektur seperti ini, lebih memungkinkan kedua prosesor pada masing-masing core dapat secara optimal memanfaatkan resource yang tersedia. Tanpa terhambat oleh batasan, seperti katakanlah sistem bus. Ini juga akan memperkecil latency karena semua yang disebut tadi masih terletak dalam satu chip. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Varian dari jajaran AMD Athlon 64 X2 tersebut antara lain Athlon 64 X2 4200+ (2,2GHz) dengan L2 cache 512KB; Athlon 64 X2 4400+ (2,2GHz) dengan L2 cache 1024KB; Athlon 64 X2 4600+ (2,4 GHz) dengan L2 cache 512KB dan X2 4800+ (2,4 Ghz). Perbedaan dari masing-masing varian, selain pada clock speed, juga pada ukuran L2 cache yang tersedia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan untuk dual core yang diperuntukkan untuk server baru-baru ini AMD mengeluarkan tiga model prosesor dual core Opteron ke pasaran. Tiga varian terbaru dari AMD itu adalah model 885, yang dirancang hingga 8 jalur dan 16 server enterprise. Model 285 digunakan untuk 2 jalur serta 4 workstation dan server. Sedangkan untuk model 185, digunakan untuk 1 jalur, 2 server dan workstation. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Prosesor dual core Intel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Prosesor dual core dari Intel untuk desktop diluncurkan dengan nama kode Smithfield yang memiliki kecepatan 3.2 GHz dengan masing-masing core dilengkapi dengan L2 cache sebesar 1 MB. Chip yang dinamai Pentium D tersebut memiliki kecepatan clock jauh lebih rendah dari CPU core tunggal 3.8 GHz, seperti seri 570 dan 670. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk itu, pada Intel Pentium D juga dilakukan peningkatan branch prediction unit. Dengan memperbaiki kinerja branch prediction unit, akan membuat prosesor dapat bekerja secara optimal dan memperkecil kemungkinan kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fungsi hyper-threading tidak ditinggalkan begitu saja untuk prosesor Smithfield ini. Namun, ini hanya akan tersedia untuk prosesor desktop versi high end dari Intel dan tidak akan menemukannya pada setiap prosesor Smithfield, yakni Intel Pentium D 840 (3,2 GHz), Intel Pentium D 830 (3,0 GHz), dan 820 (2,8 GHz). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak hanya itu, untuk pemakai desktop client sebagai penerusnya, Intel memperkenalkan prosesor dual core dengan kode Presler dengan total cache 4 MB yang masing-masing core memiliki cache L22 MB. Rencananya prosesor ini diproduksi dengan teknologi proses 65nm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk komputer yang berbasis server DP (dual processing) Intel bakal meluncurkan dua tipe terbarunya yang merupakan penerus dari prosesor Intel Xeon, yaitu prosesor dual core dengan kode Dempsey dan Sossaman dengan masing-masing cache L22 MB independent. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semoga Bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terima Kasih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: google&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-3137157203088710034?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/3137157203088710034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/03/perbedaan-dual-core-amd-vs-intel.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3137157203088710034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3137157203088710034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/03/perbedaan-dual-core-amd-vs-intel.html' title='Perbedaan Dual Core AMD vs Intel'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-FoEpzH73wE/R9uqgeeun5I/AAAAAAAAAAg/NdYxlt-yJew/s72-c/intel.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-375144980944143087</id><published>2008-03-14T15:59:00.001+07:00</published><updated>2008-03-14T16:01:38.349+07:00</updated><title type='text'>Wujudkan 2008 Sebagai Tahun TIK,Belajar dari Penerapan Open Source Negara Lain dan IGOS Center Bandung</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mestinya, tekad pemerintah Indonesia menjadikan 2008 sebagai “Tahun TIK” membuatnya sekuat tenaga memajukan komunitas open source di tanah air dan juga memakai produk open source di seluruh elemen bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada orang yang mengatakan bahwa pada prinsipnya, gerakan open source adalah budaya gotong royong lintas bangsa dan lintas generasi. Semangat gotong royong inilah yang nantinya melahirkan karya inovasi yang cemerlang. Salah satu negara yang serius menerapkan Open Source adalah China. Salah satunya akan tergambar dalam event Olimpiade Beijing 2008 yang akan diselenggarakan. Seperti halnya event akbar tingkat dunia masa kini, Olimpiade Beijing akan menjadi ajang unjuk kecanggihan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang bersifat seluruhnya didukung oleh Open Source.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Political will pemerintah China untuk memanfaatkan Open Source begitu kuat. Pejabat China selalu menegaskan kepada seluruh elemen bangsa untuk memakai program Linux. Badan-badan pemerintah didorong untuk menggunakan Red-Flag, suatu sistem pengoperasiaan berbasis Linux yang dikembangkan secara progresif oleh negeri tirai bambu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika China sudah menikmati berkahnya penggunaan open source, lalu kapan bangsa Indonesia bisa ikutan? Padahal sejak Linux versi pertama diumumkan source codenya pada 5 Oktober 1991, Open Source telah menjadi salah satu penggerak utama dalam model bisnis TIK. Ironisnya, hingga kini masih banyak pejabat negeri ini yang masih alergi terhadap open source.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mestinya, tekad pemerintah Indonesia menjadikan 2008 sebagai “Tahun TIK” membuatnya sekuat tenaga memajukan komunitas open source di tanah air dan juga memakai produk open source di seluruh elemen bangsa. Diperlukan konsistensi dan komitmen tingkat tinggi untuk mengakselerasikan program IGOS (Indonesia, Go Open Source!) sehingga menjadi wahana gotong royong untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa. IGOS yang dicanangkan pemerintah sejak pertengahan 2004 merupakan suatu gerakan nasional untuk memperkuat sistem TIK dan pemanfaatan perkembangannya melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software (OSS).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Program atau gerakan IGOS bisa terartikulasikan dengan baik jika pemerintah dan perusahaan swasta memberikan perhatian sepenuh hati kepada komunitas IGOS yang ada diseluruh pelosok tanah air. Komunitas IGOS harus didorong untuk melahirkan karya yang menjadi solusi bangsa, bukan sekedar karya yang kurang aplikatif dalam kehidupan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagai studi perbandingan, coba kita menengok IGOS Center Bandung yang dinilai oleh berbagai pihak memiliki program kerja dan produk bagus. IGOS Center Bandung yang dirintis oleh pemerintah, akademisi, pebisnis, dan media dengan tagline “Innovative and Open Legal”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tagline mengandung pengertian senantiasa melakukan inovasi terbuka, dengan memanfaatkan jejaring inovasi ABG (Academicians, Businessmen &amp;amp; Government Agencies) dan mengindahkan legalitas karya cipta. Tagline itu ditunjang oleh misi : pertama, menyediakan solusi yang berdaya guna, legal, dan terjangkau melalui gerakan inovasi terbuka, dimulai dari gerakan open source di bidang TIK. Kedua, menghela roda bisnis model terbuka yang etis, profesional, sehingga tercipta iklim yang sehat dan kompetitif bagi pengguna, pebisnis, maupun pencipta. Ketiga, mendorong penyelenggaraan manajemen yang terpuji, efektif, efisien, dan akuntabel dengan menggelorakan semangat inovasi terbuka. Keempat, berpartisisipasi mewujudkan tujuan komunitas global seperti yang tertuang dalam Millenium Development Goal dengan memanfaatkan teknologi hasil inovasi terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut Dr. Ir. Estiyanti Ekawati, Direktur Pelaksana IGOS Center Bandung, IGOS Center Bandung memiliki dua kelompok program yakni Program IGOS to Community [I2C] dan Program IGOS to Business [I2B]. “Program I2C antara lain berupa kegiatan sosialisai OSS yang mulai berjalan dengan pengoperasian situs www.igoscenter.org dan pelatihan OSS bagi siswa sekolah di Bandung dan sekitarnya,” jelas Estiyanti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian kegiatannya berupa Distribute, Service &amp;amp; Support Teknologi Terbuka/OSS, yang diawali dengan Penyediaan Program &amp;amp; Publikasi OSS yang terjangkau, bundling komputer dengan OSS (Ubuntu, Open Office, dll), Migrasi ke open source software di Pemko Cimahi. Disusul dengan kegiatan Training &amp;amp; Sertifikasi Teknologi Terbuka/OSS. Dan kegiatan ke empat dari Program I2C adalah mempersiapkan Kompetisi Teknologi Terbuka/OSS, yang pada tahap awal akan berupa penyelenggaraan kompetisi teknologi terbuka dimulai dengan kompetisi karya cipta OSS buatan Indonesia dalam rangka membangun “Generasi Upload”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu program I2B yang digeluti oleh IGOS Center Bandung mengacu kepada best practices model bisnis open source. Bisnis ini kongruen dengan model Eric Raymond yang mengetengahkan tujuh bentuk bisnis open source, yakni cost sharing, risk spreading, loss-leader / market postioner, widget frosting, give away the recipe, accessorizing, free the future.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fakta telah menunjukkan bahwa model bisnis open source semakin berkibar setelah dua faktor yang menjadi rintangan bisa dilalui, yakni faktor jumlah aplikasi yang bisa berjalan di Linux dan faktor support yang belum memadai. Kini model semakin bergairah ketika Red Hat sebagai salah satu vendor Linux menawarkan layanan dan dukungan untuk pengguna enterprise. Angin segar semakin berhembus ketika raksasa seperti IBM dan HP telah menjadikannya sebagai core part dan menawarkan dukungan konkrit untuk Linux.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahkan, pada 2006 menurut IDC Canada sekitar 14 % dari sever yang ada di Kanada (tidak termasuk download) telah menggunakan Linux. Semakin banyak pemerintahan di berbagai negara yang menyadari penghematan dengan menggunakan Linux. Peru dan negara-negara Amerika Latin ramai-ramai mengelurkan aturan untuk pindah ke Open Source. Begitu juga dengan kota-kota besar di Uni Eropa, seperti Munich, Amsterdam, dan lain-lain yang mengklaim bahwa setiap bulannya jumlah komputer bermigrasi dari Windows ke Linux mencapai puluhan ribu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut Sofwandi Noor, koordinator Program I2B, dengan adanya trend diatas maka IGOS Center Bandung memantapkan Program I2B. “Langkah konkrit berupa kegiatan promosi teknologi OSS, dengan penyediaan solusi Open Source e-Procurement dan e-Campuss. Juga kegiatan sertifikasi dan pelaksanaan proyek yang dimulai dengan implementasi e-RadioaBroadcasting di Radio K-lite Bandung,” jelas Sofwandi Noor. Menurutnya, dilakukan juga penyedia layanan aplikasi teknologi OSS Genuine dengan fasilitas hosting aplikasi OS. IGOS juga memberikan dukungan legalitas dan jaminan keterbukaan teknologi OSS Genuine lewat penyediaan tenaga advokasi legal yang menguasai manajemen HaKI &amp;amp; Hak Cipta Teknologi Terbuka/OSS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut analisa Hemat Dwi Nuryanto, penggerak IGOS alumni Universitas Paul Sabatier (Toulouse III), Prancis, masa depan dari bisnis open source sangat cerah dan bisa membangkitkan daya saing bangsa seperti yang tergambar dalam tesis Frank Gens, Senior Vice President of Research di IDC. Frank menyebutkan adanya the open source effect, yaitu akselerasi atas bisnis model yang mengandalkan open innovation pada pengembangan layanan dan produk IT. ”Dengan tesis itulah maka komunitas IGOS harus benar-benar curah pikir guna menemukan konsep atau open source yang mampu meningkatkan daya saing bisnis perusahaan dan efektifitas pemerintahan,” jelas Hemat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlu juga untuk memahami pergeseran konsep di dalam bisnis TIK agar mampu mengantisipasi untuk menekan cost dan mendorong revenue semaksimal mungkin dengan memanfaatkan open-source. Dan yang paling utama adalah memikirkan skenario migrasi dari proprietary ke open-source dengan mereduksi risiko. Semoga 2008 sebagai tahun TIK di Indonesia benar-benar bisa terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-375144980944143087?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/375144980944143087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/03/wujudkan-2008-sebagai-tahun-tikbelajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/375144980944143087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/375144980944143087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/03/wujudkan-2008-sebagai-tahun-tikbelajar.html' title='Wujudkan 2008 Sebagai Tahun TIK,Belajar dari Penerapan Open Source Negara Lain dan IGOS Center Bandung'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-526945954288719891</id><published>2008-02-22T09:49:00.001+07:00</published><updated>2008-02-22T09:52:11.952+07:00</updated><title type='text'>Perlukah Sekolah &amp; Ijazah untuk Pandai &amp; Pakar?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Demi kemajuan bersama dan rasa terimakasih  kepada penulis beri komentar setelah anda membaca/ mendownload tutorial penulis, cantumkan alamat website (http://linto.jmn.net.id ) penulis jika anda menyadur/mencopy artikel penulis. Mari kita majukan IT Indonesia. Semangat…  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;Onno W. Purbo&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perlukah sekolah &amp;amp; ijazah untuk menjadi seorang yang pandai &amp;amp; pakar di bidangnya? Sebuah pertanyaan sederhana, tapi sangat membingungkan jawabannya. Saya cenderung menjawab – TIDAK PERLU. Kenyataan pada hari ini, banyak orang yang berijazah SMU, D1, D2, D3, S1 bahkan sebagian S2 &amp;amp; S3 ternyata menjadi pengangguran karena kepandaiannya ternyata tidak dapat dimanfaatkan &amp;amp; tidak diterima lapangan kerja sebagai orang yang ahli dibidangnya. Banyak juga yang berijazah S1, S2, S3 ternyata menggeluti bidang yang berbeda sama sekali dengan ijazah yang diperolehnya. Gilanya, ternyata banyak orang yang membeli gelar &amp;amp; ijazah untuk meningkatkan posisi, jabatannya di instansi / perusahaan-nya. Sialnya, banyak juga institusi &amp;amp; perusahaan yang terkecoh dengan ijazah &amp;amp; gelar hasil membeli. Apakah memang demikian maksud keberadaan sekolah &amp;amp; ijazah di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jadi perlukah sekolah &amp;amp; ijazah untuk pandai &amp;amp; pakar? Pengalaman saya mengatakan dengan perkembangan ilmu demikian cepat, sekolah &amp;amp; ijazah tidak banyak menjamin – sering kali pengetahuan guru di sekoleh / dosen di universitas tertinggal jauh dari dunia nyata. Seringkali yang dikuasai oleh guru &amp;amp; dosen hanya kulit semata. Terus terang, kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dengan mudah &amp;amp; murah di dukung oleh kemauan keras belajar sendiri dan berteman yang banyak akan lebih menjamin masa depan yang baik – tidak harus melalui sekolah &amp;amp; ijazah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berapakah biaya yang dibutuhkan? Tergantung pola mengakses pengetahuan yang digunakan bisa antara Rp. 20.000 s/d 300.000 / bulan jika menggunakan fasilitas umum / WARNET. Jika akses dilakukan di sekolah / perguruan tinggi, biaya / bulan / siswa dapat di tekan menjadi Rp. 3000-5000 / bulan / siswa. Sialnya banyak sekolah / universitas yang tidak berminat menyediakan layanan tersebut karena satu &amp;amp; lain hal, di samping ada rasa ketidak siapan dari guru &amp;amp; dosen menghadapi banjir pengetahuan yang akhirnya bisa berakibat guru / dosen di tinggalkan oleh murid &amp;amp; mahasiswa-nya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Memang 16% dari informasi / situs di Internet membawa informasi yang kurang baik seperti pornografi dll. Tapi sebagian besar lainnya membahwa informasi yang sangat positif. Bayangkan apa jadinya jika anda setiap hari (kalau bisa 24 jam) bermain dengan internet &amp;amp; mengakses berbagai pengetahuan yang ada sambil kongkow-kongkow dengan rekan-rekan yang se hobby. Adalah lumrah jika guru &amp;amp; dosen tertinggal jauh ilmunya dari siswa / mahasiswanya yang setiap hari bergelut di Internet.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menjadi Pakar Melalui Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ambil contoh sederhana, tampaknya banyak sekali anak muda Indonesia yang sangat berminat untuk menjadi seorang hacker / programmer, terlihat dari banyak e-mail yang saya terima dari berbagai penjuru Indonesia. Sialnya, tidak ada satu sekolah-pun di Indonesia yang mampu untuk mendidik anak muda ini menjadi hacker &amp;amp; programmer yang berkaliber nasional / internasional. Bagaimana mungkin seorang menjadi hacker kalau di sekolah-nya masih di ajarkan dBase 4 untuk basis data, Pascal programming yang sudah ketinggalan jaman (walaupun sesuai dengan kurikulum nasional DIKNAS)? Semua praktisi tahu bahwa, pada hari ini orang lebih banyak menggunakan SQL, PHP4, socket programming, Tcl/Tk, Perl, C/C++, openssl, openssh, mod_ssl yang berjalan di atas berbagai protokol seperti IP, TCP, UDP, ICMP, IGMP, SMTP, HTTP, IMAP, POP3, RSVP, SSL, RC4, MD5, IEEE802.11 dll. – yang semuanya tidak di ajarkan secara detail di bangku sekolah maupun bangku kuliah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dunia pekerjaan di Indonesia (bahkan di dunia) saat ini sangat membutuhkan orang yang menguasai teknik-teknik di atas. Salah seorang bekas mahasiswa saya, Gde Raka di Bali, bahkan dengan mudah menjadi subkontraktor perusahaan software di Silicon Valley, US untuk Java programming. Gilanya, semua dilakukan dari rumah-nya di Bali, betapa nikmatnya gaji US$ dengan biaya hidup Rupiah. Penghasilan Rp. 2-3 juta / bulan sangatlah mudah untuk diperoleh, sebagian bahkan berpenghasilan Rp. 5-10 juta / bulan. Usia mereka rata-rata antara 25-30 tahun, masih muda &amp;amp; energik. Setahu saya ada banyak Raka-Raka Indonesia lainnya yang berkiprah secara nasional maupun internasional baik dari Indonesia maupun dari luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagaimana proses belajar anak-anak muda ini? Jelas ilmu mereka dapat bukan di sekolah &amp;amp; bukan di kampus. Jelas tidak banyak yang bisa kita harapkan dari kurikulum nasional DIKNAS yang jauh ketinggalan jaman itu. Ilmu mereka dapat umumnya di Internet, membuka berbagai situs yang membawa berbagai pengetahuan Internet gratisan seperti http://www.linuxdoc.org, http://www.linux.or.id, http://www.internic.net, http://www.pulver.com dan masih banyak lagi. Jika men-download pengetahuan dari Internet dirasakan mahal, sebetulnya kalau anda membeli CD Linux yang harganya hanya sekitar Rp. 20-25.000 / buah itu sangat menguntungkan karena banyak sekali dokumen tentang teknologi informasi yang ada di dalamnya. Belum lagi adanya komunitas Linux yang cukup kuat di http://www.linux.or.id, bahkan memiliki majalah sendiri InfoLinux http://www.infolinux.or.id yang relatif murah dan selalu di sertai CD Linux setiap edisinya. Semua ilmu yang diperoleh dari berbagai situs di atas biasanya tidak di ajarkan di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Untuk pengetahuan yang sifatnya umum, saya paling suka dengan situs http://www.yahooligans.com &amp;amp; http://www.ipl.org, situs ini membawa banyak pengetahuan yang akan bermanfaat bagi anak-anak dari TK, SD, SMP &amp;amp; SMU. Yang menarik di Internet, kebanyakan pengetahuan di sebarkan oleh pembuatkan tanpa menggunakan hak cipta sama sekali, mereka umumnya menggunakan copyleft (bukan copyright). Dengan menyebarkan pengetahuan secara gratis, pada akhirnya memudahkan semua orang yang dapat mengambil pengetahuan tersebut untuk menjadi pandai. Antar rekan di Internet biasanya saling berbagi pengetahuan tersebut dan memperbaiki pengetahuan yang ada agar menjadi lebih baik dan sempurna agar supaya lebih sistem yang dikembangkan menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Penyebaran Pengetahuan Indonesia di Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagi pembaca yang tertarik untuk mengambil pengetahuan yang saya miliki, silahkan di download dari situs http://www.bogor.net/idkf, http://louis.angin.com/idkf, http://louis.idaman.com/idkf yang dapat di ambil secara gratis (Cuma-Cuma). Akan membutuhkan waktu lama untuk mengambilnya, karena jumlah total ada sekitar 2000+ file di dalamnya, sekitar 1.2Gbyte.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang menarik dari adanya infrastruktur Internet, tidak ada lagi alasan bagi para siswa / mahasiswa di luar jawa untuk menjadi bodoh hanya dengan alasan bahwa di sekolah / di kampus mereka ilmu tersebut tidak di ajarkan. Dengan adanya infrastruktur Internet, yang biayanya dapat di tekan demikian murah sampai Rp. 5000 / siswa / bulan. Kesempatan untuk menjadi pandai bagi semua siswa &amp;amp; mahasiswa di Indonesia adalah sama. Perlu di catat, bahwa ilmu yang diperoleh oleh siswa / mahasiswa di Jawa-pun sebagian besar yang bermanfaat adalah yang diperoleh di Internet bukan di kampus. Hal ini pernah diperdebatkan pada saat saya berkunjung ke USU Medan &amp;amp; Makassar, sangat terasa para mahasiswa luar Jawa merasa minder &amp;amp; kurang percaya diri di bandingkan dengan yang di Jawa. Padahal modal mereka sama semua, modal dengkul sebetulnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sialnya, di Indonesia sebagian besar guru besar, dosen lebih suka menggunakan mekanisme hak cipta, copy right &amp;amp; hak paten yang di dukung oleh DIRJEN HAKI dengan UU HAKI-nya di Departemen Kehakiman dengan harapan bisa memproteksi hak ekonomisnya. Seringkali mereka lupa bahwa pengetahuan yang mereka peroleh di danai oleh uang masyarakat. Akibatnya, yah usaha teman-teman membuat jaringan perpustakan, knowledge infrastructure yang di kembangkan oleh Indonesia Digital Library Network (IndonesiaDLN) http://idln.itb.ac.id, http://indonesiadln.org bahkan software-nya bisa di ambil / di download secara gratis. Akhirnya infrastruktur ini bisa menjadi percuma karena tidak banyak isinya, yang di sebabkan guru besar, dosen, mahasiswa &amp;amp; orang banyak takut meletakan pengetahuan tertulis mereka di IDLN karena takut tidak dapat uang jika ilmunya di ambil orang lain. Bahkan cenderung kalau dapat menjadikan lembaga pendidikan (khususnya pendidikan tinggi), menjadi menara gading dengan berbagai teknik kontrol &amp;amp; akreditasi untuk “menjamin” kualitas lulusan yang akhirnya toh banyak yang menganggur, karena kurikulumnya ketinggalan jaman. Sangat ironis &amp;amp; sangat picik, bagi orang yang berada di negara yang berke-Tuhan-an yang maha Esa, tidak percaya bahwa Allah SWT maha adil &amp;amp; rizki di atur dari atas sana. Konsekuensinya, proses pembodohan yang terjadi pada bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Teknik Memperoleh Pengakuan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pada masa lalu, berbekal ijazah &amp;amp; nama besar almamater seseorang mencari pekerjaan. Biasanya seorang sarjana S1, kalau sedang untung akan memperoleh gaji awal sekitar Rp. 500-750.000 / bulan kalau sedang untung. Tapi banyak juga saya lihat sarjana S1 yang kurang beruntung dan harus rela untuk memperoleh pekerjaan dengan gaji Rp. 150.000 / bulan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Memperoleh pengakuan dari masyarakat adalah sebuah seni tersendiri dalam dunia yang pengetahuannya berputar &amp;amp; berkembang demikian cepat di bantu oleh infrastruktur Internet. Ijazah sekolah umumnya di anggap remeh dalam dunia maya. Sialnya lagi, tidak ada badan akreditasi &amp;amp; sertifikasi yang mutlak di Internet. Sebagai alternatif, ada beberapa lembaga / badan yang bisa memberikan akrediatsi &amp;amp; sertifikasi seperti http://www.brainbench.com, http://www.cert21.com, http://www.examsimulators.com, ada juga program sertifikasi dari Industri seperti MCP, MCSE, MCT (Microsoft), CCNA (Cisco) yang dapat memberikan sertifikasi berkaliber internasional. Sertifikasi industri internasional ini yang banyak dikejar oleh orang-orang untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Beberapa rekan dari Linux di Medan yang di komandani oleh Pak Umar di Pointer Medan bahkan memperoleh pekerjaan di Malaysia karena mengantongi sertifikat dari http://www.brainbench.com &amp;amp; ternyata kualitas mereka tidak kalah dari orang-orang bule / asing karena kondisi Indonesia yang mengharuskan mereka lebih ulet. Bagi orang yang memperoleh sertifikat kelas Internasional ini umumnya dikejar banyak perusahaan &amp;amp; tidak akan pernah merasa rugi mengeluarkan uang US$100 untuk ujian memperoleh sertifikat tersebut. Sialnya, ilmu yang di test untuk memperoleh sertifikat tersebut tidak pernah di ajarkan di sekolah karena guru &amp;amp; dosen-nya memang tidak memiliki pengetahuan yang mencukupi. Jadi para pengejar sertifikat tersebut harus menimba ilmu itu sendiri, melalui training center profesional atau membaca di Internet secara gratis dan mencoba ilmunya di PC pribadi di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagi yang sulit untuk mengejar sertifikat internasional di atas, masih banyak jalan untuk dapat berkarya di dunia maya tanpa tergantung pada ijazah sekolahnya. Cara paling sederhana adalah “memberitahukan” kepada masyarakat banyak bahwa kita menguasai ilmu pengetahuan tersebut. Cara lain yang juga tidak kalah effektifnya adalah bertumpu pada mekanisme getok tular (mulut ke mulut) agar orang banyak membicarakan tentang ke ahlian kita dan pada akhirnya mengakui kepiawaian kita dalam satu hal tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Teknik memberitahukan keahlian kita kepada orang lain tentunya tidak bisa dengan cara berteriak &amp;amp; mengirimkan e-mail kemana-mana berisi “saya adalah pakar TI lho” pasti yang membaca akan merasa geli &amp;amp; kasian melihat anda. Cara yang lebih halus adalah dengan cara berpartisipasi aktif di berbagai kegiatan / aktifitas / diskusi di Internet. Setiap kali ada orang yang bertanya di usahakan untuk kita jawab semakimal mungkin, jika ada hal-hal yang belum kita mengerti kita berusaha semaksimal mungkin untuk mencari jawabannya. Kualitas jawaban yang kita berikan akan di nilai oleh khalayak diskusi di Internet, semakin baik jawabannya akan semakin tinggi rasa hormat / respect masyarakat kepadanya. Pada tingkat ini, pengakuan masyarakat kepada anda telah terjadi – istilahnya anda menjadi “beken”. Pekerjaan akan dengan sendiri-nya datang kepada anda jika orang banyak melihat kepiawaian anda dalam menjelaskan segala sesuatu hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ada banyak sekali tempat diskusi di Internet, ada yang berupa channel chatting ada yang berupa mailing list melalui e-mail. Salah satu pangkalan terbesar mailing list di http://www.yahoogroups.com yang dapat dilanggan secara gratis. Biaya untuk aktif di mailing list sangatlah rendah, karena saya mem-POP semua mail yang jumlahnya sekitar 600-an mail/hari ke PC saya dirumah. Saya membutuhkan hanya sekitar Rp. 40-60.000 / bulan untuk ISP, dan Rp. 200-250.000 / bulan untuk Telkom (kalau pulsa-nya tidak jadi dinaikan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Cara lain untuk menjadi “beken” adalah menyebarkan hasil karya kita berupa tulisan &amp;amp; software. Owo Sugiono dari rab.co.id misalnya harus diakui sebagai ahli dalam bidang basis data di Linux menggunakan Postgres, proses pengakuan ini terjadi setelah Owo melepaskan software billing system untuk WARNET di Linux secara gratis di samping Owo aktif di berbagai mailing list Linux di Internet. Made Wiryana, Ase, Rusmanto, Toosa, Michael Sunggiardi, Y. Sumaryo dan banyak sekali rekan-rekan ini yang menjadi “beken” karena memberikan pengetahuan yang mereka miliki ke masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kemampuan tulis menulis menjadi mutlak di perlukan bagi seseorang yang ingin menyebarkan pengetahuannya ke masyarakat dan pada akhirnya memperoleh pengakuan dari masyarakat. Kita cukup beruntung pada hari ini telah di bentuk pangkalan para penulis teknologi informasi di penulis-ti@yahoogroups.com yang bisa dijadikan ajang saling belajar untuk menjadi penulis teknologi informasi secara gratisan, beberapa orang di situ merupakan penulis yang bukan hanya menulis artikel di media, tapi juga buku – Tabratas misalnya masih mahasiswa di ITB tapi sudah menulis buku mengalahkan dosen-nya &amp;amp; aktif di penulis-ti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Keberadaan komunitas penulis ini ternyata di sambut baik oleh berbagai media maupun vendor komputer. Rekan-rekan di Hewlett Packard (HP) Indonesia misalnya telah berinteraksi dengan rekan penulis-ti, dan mulai menjajagi kemungkinan untuk memberikan ilmu / whitepaper yang ada di HP kepada para penulis ini agar pengetahuan dapat menyebar ke masyarakat banyak. Bahkan bersama rekan-rekan di HP Press Club kemungkinan akan menyelenggarakan seminar / workshop secara periodik untuk membuka wawasan pengetahuan para wartawan, reporter dan penulis di bidang teknologi informasi. Belum lagi rencana untuk memberikan hadiah-hadiah bagi para penulis TI yang baik oleh HP &amp;amp; Cisco.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Penutup ..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menjadi pandai &amp;amp; pakar jelas tidak harus semata melalui sekolah &amp;amp; ijazah, masih banyak cara untuk menjadikan seseorang pandai &amp;amp; pakar. Ilmu pengetahuan yang lebih maju lebih banyak berada di Internet &amp;amp; untungnya, dapat di ambil sebagian besar secara gratis. Kemampuan tulis menulis &amp;amp; niat untuk menyebarkan pengetahuan / karya anda pada masyarakat menjadi suatu yang mutlak harus dilakukan untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat banyak – sekedar ijazah tidak menjamin pengakuan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tidak ada lagi alasan kesenjangan antara Jawa &amp;amp; luar Jawa, bagi anda yang cukup pandai &amp;amp; dapat membangun infrastruktur Internet dengan biaya Rp. 5000 / bulan / siswa. Bukan mustahil 5-10 tahun lagi bangsa ini menjadi bangsa yang besar &amp;amp; tidak harus tergantung pada para elit politik yang kerjanya berkelahi saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sumber : http://linto.jmn.net.id/?p=153#more-153&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-526945954288719891?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/526945954288719891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/02/perlukah-sekolah-ijazah-untuk-pandai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/526945954288719891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/526945954288719891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/02/perlukah-sekolah-ijazah-untuk-pandai.html' title='Perlukah Sekolah &amp; Ijazah untuk Pandai &amp; Pakar?'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-7555926316670158149</id><published>2008-02-08T15:19:00.000+07:00</published><updated>2008-02-08T15:29:13.406+07:00</updated><title type='text'>MENJEMBATANI AGAMA DAN SAINS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DALAM simposium Membaca Alam Menemukan Tuhan Senin (6/1) lalu di Jakarta, ilmuwan Prancis Bruno 'Abdul Haqq' Guiderdoni mengatakan ada persamaan epistemologi antara sains dan agama, yakni merupakan proses pencarian kebenaran yang terbuka. Di antara keduanya tak ada yang absolut. Keduanya memiliki integritas yang harus dicarikan jembatannya. Keduanya bisa sampai pada kebenaran hakiki. Namun, kebenaran akan lebih cepat terkuak jika keduanya bisa bersatu dan bekerja sama. ''Meskipun berbeda, sains dan agama tidak bisa dipertentangkan. Justru keduanya bisa bersatu dalam mencari kesempurnaan yang esensial,'' tegasnya (Media Indonesia, 7/1/2003).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Benarkah sains dan agama selalu tidak bisa dijembatani? Sejalan dengan Bruno, saya berpendapat sains dan agama bisa dan harus dijembatani. Memang agama sering dikonfrontasikan dengan (versus) modernitas, karena agama diidentikkan dengan rigiditas dan suprarasionalitas. Sementara modernitas berarti rasionalitas, dan rasionalitas kunci sains. Namun begitu, modernitas, seperti kata Max Weber, melibatkan diferensiasi dalam wilayah sosial dan rasionalisasi di wilayah budaya dan agama. Akibatnya, melalui modernitas, agama berteman dengan rasionalitas, dan pemahaman-pemahaman rasional dan modern terhadap agama pun tumbuh dan berkembang. Ini berarti jembatan agama dan sains menjadi mungkin secara filosofis dan sosiologis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara politik, dialog agama dan sains juga feasible. Modernitas juga menciptakan apa yang disebut Habermas, wilayah pribadi dan publik. Persoalan apakah deprivatisasi agama dapat membahayakan modernitas (sains) ataukah tidak, sangat tergantung pada bagaimana cara agama masuk ke wilayah publik. Jika agama, seperti kata Talal Asad (1999), memajukan civil society ataupun meningkatkan wacana publik tentang nilai-nilai keadilan dan kerja sama, 'agama politik' konsisten dengan modernitas. Apabila agama melemahkan civil society dan demokrasi, 'agama politik' bertentangan dengan modernitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara historis, perang sains dan agama pun banyak mitosnya. Pada abad pencerahan, sains dan teologi ternyata bergandengan tangan seperti diperlihatkan Newton, Copernicus, dan Boyle. Newton dan Boyle, misalnya, berpendapat mengkaji alam adalah tugas keagamaan. Pengetahuan tentang kekuasaan dan kearifan Tuhan dapat dipahami melalui inteligensia yang tampak dalam desain alam semesta. Revolusi sains di abad pencerahan tidak bisa diartikan pemisahan sains dan teologi. Pada masa itu, sains menjadi solusi bagi masalah-masalah teknikal. Sains dihargai ketimbang kebangsawanan dan kekayaan. Bahkan, sains memperkuat argumen-argumen penciptaan dan menentang ateisme dan skeptisisme yang dianggap merusak tatanan masyarakat yang stabil.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara psikologis, harmoni sains dan agama adalah mungkin. Sains tidak memberikan sense of well-being. Sains sangat diperlukan, tapi tidak mencukupi. Kepemimpinan global dalam sains dan teknologi belum mengejawantah dalam kepemimpinan dalam kesehatan anak, harapan hidup, tingkat literasi, persamaan kesempatan, produktivitas para pekerja, atau efisiensi konsumsi sumber daya. Sains dan teknologi belum mampu mengatasi kegagalan sistem pendidikan, kemunduran kota, kemerosotan moral, buruknya perawatan kesehatan, melambungnya utang negara, dan seterusnya. Kebutuhan manusia yang paling mendasar tidak mampu dipenuhi sains semata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di sinilah peran agama sebagai provider kesadaran akan arah (sense of direction) dan harapan (sense of hope). Agama, misalnya, menekankan caring for others dan saving the earth (Holmes Rolston). Sementara sains sama sekali tidak berurusan dengan itu. Etika bisa saja otonom--tanpa agama--tapi sistem etika demikian belum mampu membuktikan reformasi budaya sepanjang sejarah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun begitu, agama bukan the only solution. Agama juga bukan sumber sains. Betapa sia-sia usaha mereka yang ingin menyusun sains dari membaca kitab suci saja. Apa yang mereka hasilkan akan banyak mengundang hal-hal yang bertentangan dengan kenyataan; sebab mereka menggunakan konsepsi mereka yang salah, yang tidak didukung oleh observasi dan pengukuran. Apabila mereka kemudian menyebarluaskan sains susunan mereka itu atas nama agama, dengan mengatakan bahwa apa yang mereka kembangkan itu adalah 'ajaran agama'. Padahal, mereka menggunakan konsepsi mereka sendiri yang tidak benar dan tidak dilandasi fakta yang nyata, maka masyarakat akan mengatakan bahwa agama mereka kolot dan mengajarkan hal-hal yang tidak benar (Achmad Baiquni, 1994). Ini berarti, klaim bahwa kitab suci sumber segala sains sama bahayanya dengan klaim agama tidak bisa bersanding dengan sains.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Relasi sains dan agama bisa bersifat konfliktual, independen, dialogis, maupun integrasi. Corak yang harus dikembangkan adalah corak dialogis untuk kemudian integrasi. Sains dan agama harus bersama-sama menghadapi bencana masa kini dan mendatang: ledakan penduduk, kelangkaan makanan, perubahan iklim, erosi dan kekeringan, penebangan hutan, limbah, ketimpangan kekayaan, dan masalah-masalah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk itu, dua hal perlu dikemukakan, pertama, secara akademis perlu dikembangkan bidang studi 'sains dan agama'. Bisa jadi bidang studi ini berkarakter hybrid dari sains dan agama, dan tidak memiliki materi yang unik dan metode yang khusus. Tetapi, seperti dialog antaragama, disiplin ilmu ini memuat tugas-tugas untuk memudahkan saling pemahaman (mutual understanding), untuk memperkuat tukar informasi yang substantif dan relevan antara sains dan agama; untuk menghasilkan pandangan terhadap konstruksi filosofis tentang konsepsi-konsepsi rasionalitas manusia dan terhadap pemberian arah bagi keputusan-keputusan praktis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disiplin ilmu 'sains dan agama' sangat penting dikembangkan oleh semua agama di Indonesia. Tidak hanya menjadi terobosan teologis, tapi juga terobosan sains. Membuka kesadaran sains dan agama dalam setting pendidikan agama dan pendidikan umum tentu saja sangat mendesak. Tidak akan ada lalu lintas intelektual tanpa ada konstruksi aktif agama-agama.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kedua, secara kultural harus dikembangkan dialog sains dan agama. Hubungan-hubungan antara teori-teori sains dan teori-teori agama harus dijelajahi. Misalnya, bagaimana hubungan teori Big Bang dan penciptaan, teori chaos dan perbuatan Tuhan, teori informasi dan wahyu, biologi molekuler dan kebebasan manusia, genetika sosial dan etika agama, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dialog antarsaintis dan agamawan adalah entry point. Saintis yang hanya berkutat pada penelitian saintifiknya dan tidak peduli sama sekali dengan agama cenderung picik dan dogmatis. Agamawan yang tidak peduli dengan sains cenderung sempit dan kesulitan menyikapi modernitas.***(mediaindonesia)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhamad Ali, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-7555926316670158149?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/7555926316670158149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/02/menjembatani-agama-dan-sains.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/7555926316670158149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/7555926316670158149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/02/menjembatani-agama-dan-sains.html' title='MENJEMBATANI AGAMA DAN SAINS'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-6837023274065213734</id><published>2008-02-01T11:49:00.000+07:00</published><updated>2008-02-01T11:51:34.891+07:00</updated><title type='text'>PENGUASAAN TIK ADALAH KEBUTUHAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ditulis pada Januari 14, 2008 oleh indiecalista &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Era Globalisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perkembangan teknologi informasi dalam era global yang semakin pesat memberikan tantangan tersendiri bagi semua bidang kehidupan. Hampir keseluruhaan aktifitas kita senantiasa bersentuhan secara langsung dengan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Sayangnya dalam bidang pendidikan kita belum memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut secara maksimal.Pada kenyataannya, dibandingkan dengan negara lain, bangsa indonesia masih tertinggal dari bangsa lain dalam pemanfaatan teknologi informasi pada proses pembelajaran. Minimnya Penguasaan perangkat dan keterbukaan wawasan dari para pendidik untuk menggunakan perangkat TIK merupakan salah satu kendala yang perlu direduksi. Dengan kondisi semacam ini, diperlukan sebuah terobosan untuk mengatasi masalah kelambanan penguasaan TIK tersebut. Memang sedikit terlambat, namun lebih baik daripada tidak sama sekali. Dalam pertemuan ke-42 Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Asia Tenggara (SEAMEO) pada Maret lalu di Nusa Dua, Bali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyikapi kondisi tersebut maka pemerintah mulai memunculkan berbagai produk pendidikan. Beberapa tahun terakhir ini, konsep dan metode pembelajaran di sekolah semakin diperkaya dengan keberadaaan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).  Pada awalnya mata pelajaran ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan khusus bagi siswa sebagai bentuk persiapan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Sebagaimana mata pelajaran yang bermuatan keterampilan yang lebih dulu lahir. Dalam kenyataannya kemudian, mata pelajaran TIK tidak hanya menawarkan sebuah materi pengetahuan akan tetapi juga memberikan sebuah wawasan dan pengalaman baru bagi guru dan siswa dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional selama ini.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Integrasi TIK dengan Mata Pelajaran Lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dewasa ini, materi-materi berupa keterampilan teknis TIK dirasakan sudah sangat diperlukan oleh para siswa untuk memenuhi kebutuhan belajar yang semakin kompleks, pada tataran Sekolah Dasar siswa diberikan materi dasar pengetikandengan menggunakan software berbasis windows maupun freeware-freeware yang banyak tersedia di internet, pada kenyataannya siswa SD dapat dengan mudah menyerap materi pelajaran yang diberikan terutama karena banyaknya unsur multimedia yang menarik di dalam penyampaian materi pelajaran. Faktor ketertarikan siswa inilah yang kemudian mampu memberikan pengaruh positif berupa meningkatnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, dan secara tidak langsung memberikan stimulus kepada otak siswa untuk semakin kreatif.Menyikapi hal ini, rasanya perlu disadari bahwa sejatinya guru dan siswa secara umum memiliki kesamaan minat terhadap teknologi, meskipun pada kenyataannya kita masih sering menemui pola pikir beberapa kalangan pendidik yang cenderung pragmatis. Mata pelajaran TIK seyogyanya tidak dipandang sebagai sebuah mata pelajaran yang dikhususkan semata untuk memberikan pengetahuan berupa penguasaan materi teknis. Akan tetapi perlu dibuka wacana yang lebih luas untuk mengintegrasikan mata pelajaran TIK dengan Mata pelajaran lain.Sudah saatnya TIK dijadikan “alat” bagi siswa untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan baru sekaligus mengekspresikan hasil belajarnya pada akhir tema atau topik pembelejaran. Dengan adanya perangkat KTSP semua guru termasuk guru komputer diberi kebebasan untuk membuat silabusnya sendiri. Dengan cara seperti ini maka guru TIK bisa dengan bebas memainkan peranannya dalam mendukung proses pembelajaran di kelas. Integrasi TIK dengan mata pelajaran lain menjadi sangat menguntungkan bagi proses pembelajaran, pelatihan-pelatihan penggunaan software publisher semacam Microsoft Powerpoint, Macromedia Flash, Alpha SCSI, dll. Semakin sering dilakukan dengan peserta guru-guru mata pelajaran umum. Hal ini tentu saja adalah upaya yang sangat positif untuk membangun pola pikir baru kepada kalangan guru untuk menguasai komputer dan program yang menunjang proses pembelajaran berdasarkan spesfikasi materi masing-masing, akan tetapi rasanya proses ini akan cenderung memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan memanfaatkan keberadaan guru TIK sebagai unsur penunjang pelaksanaan pembelajaran dalam penyampaian materi pada mata pelajaran umum. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pergeseran  Wawasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perkembangan kebutuhan siswa belajar selayaknya senantiasa seiring dengan berkembanganya metode dan pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan sekolah, Pemanfaatan TIK yang lebih maksimal dalam proses pembelajaran adalah merupakan sebuah kenyataan yang harus dijalani dalam perjalanan pendidikan bangsa ini. Memang disadari sepenuhnya bahwa untuk mecapai tataran ideal dalam penggunaan TIK di sekolah membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Kebutuhan perangkat komputer yang memadai merupakan salah satu hal yang perlu diupayakan oleh pihak sekolah, dalam beberapa tahun kedepan dimana akses internet akan semakin murah dan dapat dijangkau oleh lebih banyak lapisan masyarakat, maka sekolah dituntut untuk mampu menjawab tatangan tersebut dengan mempersiapkan sedini mungkin kualitas-kualitas individu yang lebih baik. Ketersediaan sarana berupa perangkat komputer, laboratorium dan guru TIK yang memadai akan memberikan nilai tambah bagi sekolah dan siswa, dengan cara seperti ini maka guru-guru mata pelajaran lain dapat sekaligus belajar untuk mengnal dan menggunakan perangkat TIK. Dengan harapan bahwa keberlangsungan pendidikan di indonesia akan semakin dekat kepada tujuan menciptakan kualitas-kualitas manusia yang unggul.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: JUNAEDI, S.Pd. Alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-6837023274065213734?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/6837023274065213734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/02/penguasaan-tik-adalah-kebutuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/6837023274065213734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/6837023274065213734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/02/penguasaan-tik-adalah-kebutuhan.html' title='PENGUASAAN TIK ADALAH KEBUTUHAN'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1369049873419104411.post-3181983242504199344</id><published>2008-02-01T08:28:00.000+07:00</published><updated>2008-02-01T14:15:12.011+07:00</updated><title type='text'>Makna belajar bagi Orang Dewasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk apa sekolah tinggi, toh akhirnya sama saja, bingung ke mana mencari pekerjaan yang cocok. Ijazah akademik tidak memberi jaminan identitas yang segagah gelarnya. Bahkan sudah tidak lagi bisa dihitung dengan jari jumlah kawan sesama sopir taksi yang bergelar sarjana. Bukankah hidup itu yang paling pokok adalah memiliki sumber penghasilan yang cukup untuk menutup pengeluaran dan sisanya ditabung buat warisan, benarkan Pak?" Begitulah perkataan yang pernah diucapkan oleh seorang sopir taksi dalam suatu pembicaraan santai. Logika dan pertanyaan pembenar sopir taksi itu bisa dijawab benar dan tidak benar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kenyataan membuktikan semakin banyak jumlah kaum akademik yang tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmu atau gelarnya. Artinya ia menjalani pekerjaan yang semestinya tidak harus dilakukan setelah ia menyandang gelar akademik kebanggaannya. Ambillah contoh jika seorang sarjana pendidikan harus menjadi pedagang es keliling atau seorang sarjana hukum 'mencari' makan dengan menjadi pedagang beras kaki lima. Atau sarjana ekonomi menjadi seorang sopir taksi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak terdapat bentuk pelanggaran undang-undang apapun jika SPd menjadi penjual es keliling, jika SH menjadi penjual beras kaki lima, atau SE menjadi sopir taksi. Mengapa? Banyak alasan yang mendukungnya, antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mencari pekerjaan sama sulitnya dengan menahan godaan untuk mendapatkan tiket surga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hukumnya halal secara juridis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kebutuhan harian sesaat (short term survival) yang tidak bisa ditunda &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pandangan lingkungan yang miring jika sarjana nongkrong di rumah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan masih banyak lagi alasan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan disiplin akademik memang sudah menjadi bentuk pemakluman bersama. Persoalan akan muncul ketika pekerjaan tersebut hanya bisa memenuhi sebagian kecil dari motivasi bekerja, misalnya uang saja atau hanya bebas dari asumsi lingkungan yang tidak-tidak. Di sisi lain, menjadi pengalaman kesyukuran hidup ketika ketidakcocokan tersebut membawa anda ke dalam keadaan yang sesungguhnya menjadi kemujuran tak disengaja. Sudah menerima gaji tinggi, simbol status sosial membanggakan, kemudian seluruh potensi mendapat tempat pemberdayaan secara optimal, meskipun pekerjaan itu tidak sesuai dengan latar belakang akademik anda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Permasalahan timbul ketika individu yang melakoni pekerjaan yang tidak sesuai latar belakang akademiknya dengan motif keterpaksaan semata dalam upaya menghindar tekanan eksternal. Keterpaksaan inilah letak kesalahan yang sebenarnya, bukan bidang atau job title tertentu. Mengapa? Ketika motivasinya hanya terpaksa maka hidup tidak lagi berupa pilihan-pilihan untuk belajar berkembang melainkan kepastian dan kepasrahan. Padahal kepastian dan kepasrahan itu tidak memberinya banyak arti baik material dan non-material. Akan sangat berbeda jika pilihan diarahkan untuk belajar, berubah, dan berkembang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Definisi Belajar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salah satu iklan produk terkenal yang anda lihat kira-kira berbunyi, "Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan". Anda pasti sudah memahami maksud tersiratnya. Tanpa harus anda ciptakan, masa tua akan tiba, tetapi untuk menjadi dewasa anda harus menciptakannya. Bagimana anda menciptakannya? Tidak lain hanyalah belajar dengan basis kehidupan menjadi dewasa. Artinya kehidupan ini harus dijadikan materi untuk belajar dari titik keterbatasan tertentu menuju titik kemampuan berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Belajar bagi orang dewasa adalah mencari untuk menemukan sesuatu tentang hidup tidak sebagaimana anak-anak yang hanya menerima dan terkadang masih jauh dari isu-isu kehidupan riilnya. Sejumlah definisi atau konsep yang dikemukakan para ahli tentang definisi belajar bagi orang dewasa bisa anda jadikan rujukan, antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Reg Revans (Penggagas Action Learning) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Belajar bagi orang dewasa, menurut Reg Revans (1998) adalah proses menanyakan sesuatu bermula dari pengalaman ketidaktahuan tentang apa yang akan dilakukan karena jawaban yang ditemukan saat itu tidak lagi valid untuk mengatasi situasi yang sedang terjadi. Dengan kata lain, "Learning is experiencing by exploration and discovery". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Bob Sadino &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam banyak wawancara yang dikutip oleh sejumlah media cetak, Bob Sadino, seorang pakar di bidang agrobisnis, seringkali melontarkan kata-kata pendek tetapi membutuhkan penjelasan yang tidak cukup dibeberkan dalam satu sessi seminar. Kata-kata itu tidak lain adalah: Cukup lakukan saja! Pernyataan tersebut mengandung makna yang dalam dimana belajar merupakan bentuk transformasi visi ke suatu tindakan lalu berakhir dengan achievement. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Charles Handy &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam bukunya Inside Organization (1999), Charles Handy mengemukakan bahwa siklus belajar orang dewasa diawali dengan mempertanyakan sesuatu dengan kuriositas tinggi; menemukan jawaban-jawaban teoritis; melakukan testing di lapangan; dan terakhir refleksi - sebuah pemahaman mengenai sesuatu yang bekerja dan yang mandul di dalam diri. Thomas Edison, seorang penemu, adalah contoh paling reliable sepanjang zaman. Dikisahkan bahwa secara pendidikan formal akademik, Edison tergolong siswa yang tidak hebat tetapi ia lebih banyak menggunakan waktunya untuk mengunjungi perpustakaan publik karena Edison menemukan sesuatu yang lebih bekerja terhadap hidupnya yang ia tidak dapatkan di bangku sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan proses belajar di perpustakaan tersebut Edison menemukan pelajaran tentang relaksasi mental. Meski tidak seorang guru pun yang memahamkannya, tetapi naluri Edison tahu bahwa relaksasi mental lah yang membantunya menciptakan temuan-temuan yang tercatat lebih dari 1000 hak paten hingga ia wafat tahun 1931. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. Alvin Toffler &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penulis buku terkenal ini mendifinisikan belajar sebagai proses mempersiapkan cara atau strategi menghadapi situasi baru. Perangkatnya meliputi pemahaman, aplikasi dari metodologi baru, keahlian, sikap dan nilai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari definis-definisi diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa belajar bagi orang dewasa ternyata memiliki berbagai dimensi. Oleh karena itu menjadikan pendidikan (education) sebagai representasi tunggal dari proses belajar tidak jarang meninggalkan warisan mindset yang kurang menguntungkan terutama bagi pihak atau individu yang berkemampuan rata-rata atau minus. Lembaga sekolah, selain menciptakan birokrasi formal yang memberikan stigma bahwa sekolah adalah escalator tunggal yang mahal harganya, juga menunjukkan ketertinggalannya dengan kemajuan yang dicapai oleh dunia luar. Akibatnya timbul gap antara pendidikan dengan tuntutan atau kebutuhan yang ada di masyarakat. Hal inilah yang akhirnya menjadi dasar mengapa pengangguran tidak bisa dihindari lagi. Pendidikan belum sepenuhnya menjadi media yang mampu menterjemahkan makna belajar. Hal ini karena makna belajar yang sesungguhnya adalah melakukan sesuatu, kemudian membebaskan diri dari situasi atau tekanan yang diakibatkan ketidaktahuan. Cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah dengan melakukannya, seperti yang ditulis oleh Rex dan Carolyin Sikes: "We learn about a city from being there, not from a map or guide book. We learned to walk and talk without reading instructions or following recipes. Learning is doing something, then getting rid of the unwanted parasitic movements". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aplikasi Belajar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Merujuk pada sekian pandangan tentang belajar bagi orang dewasa, maka yang perlu anda lakukan adalah menjadikannya sebagai konsep hidup personal yang implementatif berdasarkan situasi dan kondisi yang anda hadapi. Konsep tersebut harus diformulasikan ke dalam pemahaman khusus yang anda rasakan bekerja mengubah hidup dan situasi, seperti yang dialami Edison. Guru anda adalah situasi konkrit yang anda alami dengan materinya berupa tantangan. Inilah makna esensial dari petuah yang sering anda dengar bahwa mencari ilmu itu hukumnya wajib. Ilmu yang tidak memiliki relevansi dengan situasi hidup anda oleh karena itu menjadi tidak wajib. Bagaimana anda mendapatkannya? Ikutilah formulasi berikut: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Sadari keadaan anda saat ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terimalah keadaan atau situasi hidup apapun saat ini dengan penuh kesadaran karena kesadaran itu akan menjadi syarat mutlak untuk menaklukkan segala tantangan yang menghadang. Jika anda menerimanya dengan kepasrahan atau penolakan maka selamanya keadaan atau situasi yang tidak menyenangkan tidak bakal meninggalkan anda. Bahkan lambat laun menciptakan lilitan yang lebih tinggi dari kapasitas anda. Tanpa kesadaran untuk berubah, maka perubahan situasi atau kondisi eksternal hanya memberi anda perubahan dalam waktu singkat dan sisanya anda kembali lagi ke format lama. Bahkan ketika anda naik jabatan mendadak, jabatan tersebut hanya anda rasakan kenikmatannya sebentar lalu anda lupa rasanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Pahami proses &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salah satu pertanda inti dari orang dewasa adalah pemahamannya terhadap bagaimana dunia konkritnya bekerja. Dengan memahami bagaimana sesuatu bekerja menurut hukum alamnya, maka akan membuat anda menjadi bijak menjalani hidup. Tidak lagi berpikir dengan mood atau menerjang kaidah-kaidah hidup yang benar. Di samping itu, pemahaman tersebut akan menyalurkan energi positif ketika proses sedang anda jalani. Di sinilah yang membedakan apakah anda merasakan tantangan sebagai proses untuk dinikmati atau proses yang anda rasakan dengan kepedihan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Kemana anda akan melangkah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap pekerjaan yang anda lakukan, setiap bidang yang anda geluti, setiap profesi yang anda sandang sebenarnya sudah diciptakan tangga kastanya di dalam. Termasuk seperti yang di alami kawan sopir taksi di atas. Ia boleh menjadi sopir , pedagang beras kaki lima, penjual es keliling selamanya meskipun tetap terbuka lebar peluang untuk menjadi manajer atau direktur bahkan pemegang saham di suatu perusahaan. Tangga kasta itulah yang menjadi simbol status anda. Dengan aplikasi prinsip belajar, maka hidup adalah realisasi gagasan, bukan lagi intimidasi orang atau keadaan. Tetaplah berjuang untuk hidup dengan imajinasi anda bukan hidup di dalam sejarah masa lalu atau jebakan realitas sementara. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan memahami makna belajar diharapkan anda dapat menjalani hidup anda dengan penuh sukacita dan tidak didasarkan atas unsur keterpaksaan dan kepasrahan. Terlepas apapun profesi yang anda geluti, baik yang sesuai dengan latar belakang akademik maupun tidak, kesuksesan anda akan sangat tergantung pada bagaimana anda memahami hal tersebut sebagai suatu proses belajar. Semoga berguna. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh : Ubaydillah, AN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jakarta, 02 April 2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1369049873419104411-3181983242504199344?l=setetes-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/feeds/3181983242504199344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/02/untuk-apa-sekolah-tinggi-toh-akhirnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3181983242504199344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1369049873419104411/posts/default/3181983242504199344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-ilmu.blogspot.com/2008/02/untuk-apa-sekolah-tinggi-toh-akhirnya.html' title='Makna belajar bagi Orang Dewasa'/><author><name>Dunia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
